Ekonomi Singapura Paling Terbuka untuk Perdagangan

Ekonomi Singapura Paling Terbuka untuk Perdagangan

Global Enabling Trade Report 2010, yang dirilis oleh World Economic Forum pada 19 Mei 2010 menempatkan Singapura sebagai # 1 dalam Indeks Perdagangan yang Memungkinkan Global, yang menandakan keterbukaan Singapura untuk berdagang.

Singapura mempertahankan posisi # 1 sebagai ekonomi yang paling terbuka untuk diperdagangkan di dunia, diikuti oleh Hong Kong, Denmark, Swedia dan Swiss. Global Enabling Trade Index mencakup 125 ekonomi di seluruh dunia dan mengukur institusi, kebijakan, dan layanan mereka yang memfasilitasi aliran bebas barang melewati perbatasan. Ini memecah enablers menjadi empat bidang isu: akses pasar, administrasi perbatasan, transportasi dan infrastruktur komunikasi, dan lingkungan bisnis.

Singapura mengakuisisi parameter di pasar luar negeri dan akses domestik; efisiensi prosedur impor / ekspor; ketersediaan dan kualitas layanan transportasi; efisiensi administrasi kepabeanan; dan lingkungan peraturan.

Ketika dunia muncul dari krisis ekonomi, kebutuhan untuk membuka perdagangan dan menghilangkan hambatan perdagangan menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Singapura berada di garis terdepan untuk memungkinkan arus perdagangan lintas batas. Dengan menggabungkan perusahaan perdagangan di Singapura, pedagang dapat memanfaatkan kekuatan Singapura seperti prosedur impor / ekspor minimal, infrastruktur yang sangat baik, insentif pajak, jaringan perjanjian perdagangan bebas yang luas, dan logistik canggih.

Setiap tahun Bea Cukai Singapura memproses arus perdagangan senilai hampir satu triliun dolar. Dengan pertumbuhan luar biasa dalam volume perdagangan Singapura telah meningkatkan sistem dan proses perdagangannya untuk memfasilitasi arus perdagangan masuk dan keluar dari negara. Misalnya, pedagang perlu mengajukan permohonan izin impor / ekspor khusus dan otorisasi hanya untuk barang-barang tertentu yang dikendalikan. Sebagian besar izin dapat diterapkan secara online menggunakan satu aplikasi melalui sistem pemrosesan izin terkomputerisasi. Selain itu, Bea Cukai Singapura dikenal karena praktiknya yang efisien dan tidak korup, tidak seperti banyak negara berkembang lainnya di mana para pedagang harus membayar apa yang dikenal sebagai “fasilitasi informal” untuk menghapus kiriman mereka. Singapura juga telah memperkenalkan skema pembiayaan dan asuransi perdagangan tertentu untuk membantu pedagang menutupi risiko keuangan mereka. Pedagang juga dapat mengambil manfaat dari 18 Perjanjian Perdagangan Bebas Singapura dengan 24 mitra dagang. Perusahaan perdagangan global tertentu dapat memanfaatkan tingkat konsesi pajak di bawah Program Pedagang Global Singapura.

Menurut Robert Lawrence, co-editor dari Global Enabling Trade Report,

Ketika masing-masing negara memungkinkan perdagangan, mereka memberikan manfaat tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk negara-negara lain yang mereka perdagangkan. Akses pasar yang lebih baik, kebiasaan yang lebih efisien, dan infrastruktur serta lingkungan bisnis yang lebih baik menawarkan peluang yang ditingkatkan bagi para importir dan eksportir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *